Tampilkan postingan dengan label tahun 1993. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahun 1993. Tampilkan semua postingan

tanah lot

ini pertamanan baru
dibikin kaum pemecah batu
dari masa depan anak cucu

kenapa kepala dan jiwaku masih saja
bertengkar, saling bertahan tentang sebuah cinta
yang bersemayam di gundukan sebongkah karang?

kukenal samudera itu sejak dahulu
tak pernah memilih pemujanya
karena ia hanyalah air
dan air tahu kapan mestinya mengembalikan
tubuhnya kepada ikan-ikan
dan ikan-ikan paham,
antara cuaca dan waktu
tak pernah ada kesepakatan
untuk menolak pergeseran sejarah

dan aku, apa bedanya dari ikan-ikan?

ah, tentang satu hal aku putuskan bunuh diri
menyimpan hati nuraniku pada puisi
barangkali dengan demikian akan sampai upacaraku
utuh bening dan sejuk
memadamkan hasrat untuk memberontak

nanoq da kansas

upacara penguburan daun-daun

memberi arti bagi sekuntum bunga
apa yang diserahkan cuaca
kecuali harumnya?

wahai, daun-daun gugur
kutanam engkau di kegersangan sejarah ini
tumbuhlah jadi pohon puisi
menjadi rindang
yang tak hidup dari akar
kepercayaan pada embun dan hujan berdarah

kutanam engkau daun-daun yang menangis
jadilah mata air
bagi buah cinta yang lahir dari pecahan tanah

dan di kebun ini
inilah upacara terakhirku
seekor lebah yang jadi pengantin
sebelum doa kematian bagi seluruh musim

nanoq da kansas

lukisan tak berbingkai

hujan sore itu tinggal gerimisnya
dua ekor burung saling mematuk
berebut guguran daun di depan jendela

di halaman ada yang melintas
memunguti sisa-sisa cahaya
siapa, kaukah yang kehilangan waktu?

di ruang tamu, seekor laba-laba
memangsa sarangnya sendiri

di kamar sebelah
ada yang terisak pelan-pelan
cintakah yang kehilangan risau?

gerimis kali ini tinggal dinginnya
dan bayangan itu lindap begitu saja
memagut sisa-sisa cahaya

kaukah yang kehilangan waktu?

nanoq da kansas

kali hitam

kutuntun cintaku
melintasi kali hitam yang mengalir
ke laut

– ini mimpi buruk atau bayangan kita?
tangannya menunjuk batu-batu
yang meleleh dan berdarah

aku diam sambil mencari-cari langit
di kejauhan ada yang bernyanyi
: irama yang senantiasa tak terpahami
dan senja tiba-tiba memeluk
menghamili perut putih cintaku
untuk akhirnya melahirkan anak-anak
dari pecahan tanah

nanoq da kansas

dalam matamu

dalam matamu
kumimpikan anak-anak berlarian
mencari ketawa

suara mereka
bersambungan di tali layangan
antara doa dan lidah angin

ke atas
ke atas, sayangku! – zaman membisik-bisik
membentuk berbagai kemalangan
di guratan telapak tangan
beribu anak-anak burung lalu terbang
beribu pohon lalu kehilangan
keributan di pagi hari
perempuan-perempuan tua bersimpuh di ambang pintu
mendongeng tentang sepucuk surat yang ditunggu
sementara di jalanan tukang-tukang pos
bergulingan tertikam berbagai berita buruk
hanya aku yang lolos
hanya aku yang luput
tertidur di belantara penyair
dan dalam matamu
kumimpikan anak-anak berlarian
memanggul tawa
bagai menghela sehelai daun pandan

nanoq da kansas

sketsa uzur

siapa yang merancang perdamaian
cinta dan umur panjang?
: adalah aku,
anak nakal yang menyimpan bulan
dalam keranjang bunga
aku yang bernyanyi laksana burung
prajurit berbusur patah
yang bersimpuh di rimbun ladang
menggombali anak-anak dan perempuan
dengan sobekan-sobekan daun layangan

siapa yang ngigau di ujung pagi,
setelah sia-sia mewarnai cahyamu?

nanoq da kansas
 

© free template by Blogspot tutorial