Tampilkan postingan dengan label tahun 1992. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahun 1992. Tampilkan semua postingan

menunggumu di ruang tamu

menunggumu di ruang tamu
aku larut
bagai getah sekuntum bunga yang terpotong
tertancap di air
dalam cawan porselin di atas meja

apakah yang akan kau berikan padaku
cahaya bulankah bagi setiap doa
dan kemalangan
atau sekedar kecupan di pipi?

di halaman
daun-daun jatuh, kerinduan pada tanah
adalah kecintaan pada dera angin
yang menari-nari di sepanjang musim

menunggumu di ruang tamu
kuakrabi juga kesetiaan yang bertahan pada lingkaran jam
hingga debu yang memahat sajak-sajakku
tersungkur ke lantai
pecah kehabisan darah

nanoq da kansas

napak tilas

pun sejauh burung-burung itu menetaskan rindu
bagaimana kita dapat sepenuhnya mengerti
bahasa kabut, tentang kesetiaan
perpanjangan sehelai daun

sebab siang terik selalu mengikut kemudian
dengan warnanya yang cemas menakjubkan
suka sekali mangajak seorang demi seorang dari kita
meninggalkan mata angin untuk membongkar hutan
menciptakan ladang-ladang jarahan baru

sampai ketika tiba waktu pulang
kita dapati anak-anak telah menua
kita dapati kota yang tua
desa yang dihidupi lalang-lalang putih
musim yang diam-diam telah tersesat
begitu jauh
sendiri

nanoq da kansas
 

© free template by Blogspot tutorial