Tampilkan postingan dengan label tahun 1994. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahun 1994. Tampilkan semua postingan

di ladang waktu

di ladang waktu
sayap-sayap kecil
dikepakkan berbagai mimpi
bagi penderitaan besar
dan panjang

air kali mengalir
di dalamnya, terbayang hari esok penuh memar
luka siapakah yang berdarah di gunung?
anak-anak pedesaan
tak mengenal lagi kemuliaan sebuah permainan
mereka kehilangan sepenggal keluguannya
dan merasa asing bagi sebuah pemahaman
yang lahir secara sederhana
bahwa sekuntum bunga
mekar untuk dipersembahkan pada cinta

di bibir pantai, angin tersesat
sebuah kampung kehilangan namanya sendiri
hanya kabut bergerak
dari pohon-pohon yang dikerdilkan jiwanya

di ladang waktu
tiba-tiba kita terdampar pada rasa waswas
tak bertepi

nanoq da kansas

perjalanan senja

perjalanan senja, sebuah potret pucat
garis patah pada permukaan jalan
memantulkan wajah desa, kota dan langit
dalam warna-warna buram
di manakah wajahku?

retak bingkai jendela kereta berdarah
saputangan berdebu
dan wajahmu pun sia-sia kubentuk
dari sisa cahaya di ufuk

sementara dari halaman koran demi koran
huruf-huruf membentuk dunia sendiri
o, kerinduan macam apakah
yang sesungguhnya kita tempuh?

kereta dan senja berpacu. terus.
tiap detik langkah kita terperangkap
garis patah pada permukaan jalan
maka

keterasingan ini kian tajam jaraknya

nanoq da kansas

cahaya waktu

- kepada ayah

aku berteduh di gigir isyaratmu
tapi aku jatuh cinta pada gunung
yang mengingatkan kemarau pada keheningan

o, air sungai!
maka seluas misterikah hatimu?
rinduku hanyut dalam dahaga zaman
lalu di gelombang kasihmu
aku terdampar jadi puisi

nanoq da kansas
 

© free template by Blogspot tutorial